Skip to main content

Pendeteksi BPM Deteksi tempo (BPM) dari file audio atau musik apa pun.

Pendeteksi BPM illustration
🎵

Pendeteksi BPM

Deteksi tempo (BPM) dari file audio atau musik apa pun.

1

Unggah Audio

Tarik dan lepas file musik atau audio Anda, atau klik untuk menjelajahi.

2

Deteksi BPM

Klik Deteksi untuk menganalisis tempo audio Anda.

3

Lihat Hasil

Lihat hasil deteksi BPM dan analisis tempo.

Loading tool...

What Is Pendeteksi BPM?

Detektor BPM menganalisis berkas audio untuk mendeteksi tempo dalam ketukan per menit (BPM). Unggah berkas musik apa pun dan alat ini akan menganalisis konten ritmis untuk menentukan BPM. Ini menggunakan deteksi awal dan algoritma autokorelasi yang diimplementasikan dengan Web Audio API. Detektor bekerja paling baik dengan musik ritmis, tetapi juga dapat menganalisis kata-kata yang diucapkan dan audio lainnya. Hasil termasuk BPM yang terdeteksi, tingkat kepercayaan, dan klasifikasi tempo (misalnya, Allegro, Moderato). Penting untuk DJ, produser musik, dan siapa saja yang perlu mengetahui tempo trek.

Why Use Pendeteksi BPM?

  • Deteksi BPM yang akurat menggunakan beberapa algoritma analisis
  • Bekerja dengan format audio apa pun (MP3, WAV, OGG, dll.)
  • Menampilkan tingkat kepercayaan dan klasifikasi tempo
  • Sama sekali berbasis browser - tidak perlu mengunggah

Common Use Cases

DJing

Tentukan BPM trek untuk beat-matching dan organisasi playlist.

Produksi Musik

Temukan tempo sampel, loop, dan trek referensi.

Playlist Olahraga

Urutkan musik berdasarkan BPM untuk playlist lari, sepeda, atau olahraga.

Teori Musik

Analisis dan pelajari tempo dari berbagai karya musik dan genre.

Technical Guide

Deteksi BPM menggunakan algoritma multi-tahap. Pertama, audio didekode menjadi AudioBuffer dan dicampur ke mono. Filter lowpass menekankan frekuensi bass di mana ketukan paling menonjol. Sinyal yang disaring menjalani deteksi awal: audio dibagi menjadi jendela, dan fluks spektral (perubahan energi antara bingkai konsekutif) dihitung. Puncak pada fungsi deteksi awal sesuai dengan ketukan. Selanjutnya, interval antar-onset dianalisis menggunakan autokorelasi untuk menemukan periodisitas yang paling umum, yang memberikan BPM. Fungsi autokorelasi R(τ) = Σ x(n) * x(n+τ) mengungkapkan periodisitas dominan. BPM dihitung sebagai 60 / peakPeriod. Kandidat tempo ganda dievaluasi dan yang paling konsisten secara statistik dipilih. Skor kepercayaan mencerminkan seberapa jelas ritme tersebut berkala.

Tips & Best Practices

  • 1
    Bekerja paling baik dengan musik yang memiliki irama jelas dan stabil
  • 2
    Rock, pop, elektronik, dan hip-hop biasanya memberikan hasil yang paling akurat
  • 3
    Musik klasik dan jazz dengan perubahan tempo mungkin memberikan hasil yang kurang dapat diandalkan
  • 4
    Jika deteksi BPM tampak setengah atau dua kali tempo sebenarnya, itu adalah kesalahan oktaf umum - cukup kalikan atau bagi dengan 2

Related Tools

Frequently Asked Questions

Q Seberapa akurat deteksi BPM?
Untuk musik dengan irama jelas dan stabil, akurasi biasanya dalam ±1 BPM. Musik dengan tempo yang bervariasi atau tidak memiliki irama jelas memberikan hasil yang kurang dapat diandalkan.
Q Apa itu BPM?
BPM (Beats Per Minute) mengukur tempo musik. 120 BPM berarti 120 ketukan terjadi dalam satu menit. Semakin tinggi BPM = semakin cepat musik.
Q Mengapa kadang-kadang menampilkan setengah/double BPM yang diharapkan?
Ini adalah kesalahan "oktaf" umum dalam deteksi BPM. Algoritma mungkin mengunci pada setengah ketukan atau setiap-other-beat. Cukup kalikan atau bagi dengan 2.
Q Apakah bekerja dengan trek vokal saja?
Detektor dioptimalkan untuk musik ritmis. Rekaman kata-kata atau a cappella mungkin tidak menghasilkan hasil BPM yang akurat.
Q Apakah musik saya diunggah?
Tidak. Semua analisis BPM terjadi secara lokal di browser Anda. File Anda tidak pernah meninggalkan perangkat Anda.

About This Tool

Pendeteksi BPM is a free online tool by FreeToolkit.ai. All processing happens directly in your browser — your data never leaves your device. No registration or installation required.