Skip to main content

Kalkulator Hukum Ohm Hitung tegangan, arus, hambatan, atau daya menggunakan Hukum Ohm dan persamaan daya.

Kalkulator Hukum Ohm illustration
🔢

Kalkulator Hukum Ohm

Hitung tegangan, arus, hambatan, atau daya menggunakan Hukum Ohm dan persamaan daya.

1

Pilih Nilai yang Ingin Dihitung

Pilih nilai mana yang ingin dihitung: tegangan, arus, hambatan, atau daya.

2

Masukkan Nilai yang Diketahui

Masukkan dua dari tiga nilai yang tersisa.

3

Lihat Hasil

Lihat semua empat nilai dihitung dengan awalan unit yang sesuai.

Loading tool...

What Is Kalkulator Hukum Ohm?

Kalkulator Hukum Ohm memecahkan salah satu dari empat kuantitas listrik dasar - tegangan (V), arus (I), hambatan (R), dan daya (P) - yang diberikan dua nilai yang diketahui. Ini menggabungkan Hukum Ohm (V = I × R) dengan persamaan daya (P = V × I) untuk memberikan satu set hasil lengkap. Kalkulator secara otomatis menangani awalan satuan (mA, kΩ, MW, dll.) untuk memudahkan pembacaan. Ini adalah alat yang penting bagi insinyur listrik, hobiis elektronik, dan siswa yang bekerja dengan rangkaian.

Why Use Kalkulator Hukum Ohm?

  • Menghitung salah satu dari 4 nilai: tegangan, arus, hambatan, daya
  • Menggabungkan Hukum Ohm dan persamaan daya dalam satu kalkulator
  • Pemformatan awalan unit otomatis (mA, kΩ, MW, dll.)
  • Menerima dua input untuk menghitung nilai yang tersisa

Common Use Cases

Desain Rangkaian

Menghitung nilai komponen untuk desain rangkaian elektronik.

Keamanan Listrik

Menentukan aliran arus dan dissipasi daya dalam rangkaian.

Pendidikan

Menghitung masalah Hukum Ohm untuk kursus fisika dan teknik.

Penyelesaian Masalah

Memverifikasi nilai yang diharapkan saat mendiagnosis masalah listrik.

Technical Guide

Hukum Ohm: V = I × R. Persamaan daya: P = V × I = I²R = V²/R. Dari dua kuantitas yang diketahui, keempatnya dapat diturunkan. Memecahkan masing-masing: V = IR, V = P/I, V = √(PR). I = V/R, I = P/V, I = √(P/R). R = V/I, R = V²/P, R = P/I². P = VI, P = I²R, P = V²/R. Kalkulator menerima input dalam satuan dasar (V, A, Ω, W) dan menampilkan hasil dengan awalan SI yang tepat: mikro (μ), mili (m), kilo (k), mega (M). Hukum Ohm berlaku untuk rangkaian resistif (ohmic); komponen reaktif (kapasitor, induktor) memerlukan perhitungan impedansi kompleks.

Tips & Best Practices

  • 1
    Selalu periksa unit - mencampur mA dengan V memberikan hasil dalam kΩ, bukan Ω
  • 2
    Dissipasi daya dalam resistor menentukan peringkat watt yang diperlukan
  • 3
    Hukum Ohm berlaku untuk rangkaian DC; rangkaian AC memerlukan perhitungan impedansi
  • 4
    Dalam rangkaian seri, arus sama; dalam paralel, tegangan sama

Related Tools

Frequently Asked Questions

Q Apa itu Hukum Ohm?
Hukum Ohm menyatakan bahwa tegangan sama dengan arus kali hambatan: V = I × R. Ini adalah hubungan dasar yang mengatur rangkaian listrik.
Q Apakah Hukum Ohm berlaku untuk semua komponen?
Hukum Ohm berlaku untuk komponen ohmik (resistif). Komponen non-ohmik seperti dioda, transistor, dan LED memiliki hubungan V-I non-linear.
Q Unit apa yang harus saya gunakan?
Gunakan unit SI dasar: Volt (V), Ampere (A), Ohm (Ω), Watt (W). Kalkulator akan memformat hasil dengan awalan yang sesuai.
Q Bagaimana cara menghitung daya?
Daya = Tegangan × Arus (P = V × I). Alternatif: P = I²R atau P = V²/R.
Q Apa hubungan antara V, I, R, dan P?
V = IR, P = VI. Dengan dua dari empat kuantitas, dua lainnya dapat dihitung menggunakan hubungan ini.

About This Tool

Kalkulator Hukum Ohm is a free online tool by FreeToolkit.ai. All processing happens directly in your browser — your data never leaves your device. No registration or installation required.