Skip to main content

Simulator Kebutaan Warna Simulasikan bagaimana warna tampak bagi orang dengan berbagai jenis defisiensi penglihatan warna.

Simulator Kebutaan Warna illustration
🎨

Simulator Kebutaan Warna

Simulasikan bagaimana warna tampak bagi orang dengan berbagai jenis defisiensi penglihatan warna.

1

Masukkan Warna

Input dua warna yang ingin Anda uji bersama.

2

Lihat Simulasi

Lihat bagaimana kedua warna tampak di bawah empat jenis defisiensi penglihatan warna.

3

Tinjau Aksesibilitas

Tentukan apakah kombinasi warna Anda dapat dibedakan oleh semua pengguna.

Loading tool...

What Is Simulator Kebutaan Warna?

Simulator ketidakmampuan penglihatan warna menunjukkan bagaimana pilihan warna Anda terlihat bagi orang-orang dengan jenis gangguan penglihatan warna yang berbeda (CVD). Sekitar 8% pria dan 0,5% wanita memiliki beberapa bentuk ketidakmampuan penglihatan warna. Alat ini mensimulasikan empat jenis: Protanopia (tidak adanya kerucut merah, ~1% dari pria), Deuteranopia (tidak adanya kerucut hijau, ~1% dari pria), Tritanopia (tidak adanya kerucut biru, ~0,01%), dan Achromatopsia (ketidakmampuan penglihatan warna total, ~0,003%). Untuk setiap jenis, simulator mengubah input warna Anda untuk menunjukkan bagaimana mereka akan terlihat bagi seseorang dengan kondisi tersebut. Ini sangat penting untuk memastikan bahwa desain Anda inklusif dan bahwa warna tidak pernah menjadi satu-satunya cara untuk menyampaikan informasi. Dengan menguji simulator ini pada awal proses desain, Anda dapat mengidentifikasi dan memperbaiki masalah aksesibilitas sebelum mereka mencapai pengguna.

Why Use Simulator Kebutaan Warna?

  • Mensimulasikan empat jenis utama defisiensi penglihatan warna
  • Perbandingan samping-samping dua warna di bawah setiap kondisi
  • Menampilkan statistik prevalensi untuk setiap jenis
  • Membantu memastikan desain inklusif untuk semua pengguna
  • Cara cepat untuk menguji aksesibilitas warna sebelum penerapan

Common Use Cases

Aksesibilitas UI

Uji warna tombol, indikator status, dan elemen interaktif untuk pengguna buta warna.

Visualisasi Data

Verifikasi bahwa warna grafik dapat dibedakan di semua jenis penglihatan.

Lalu Lintas & Keselamatan

Pastikan warna peringatan dan indikator status bekerja untuk operator buta warna.

Materi Pendidikan

Desain materi pembelajaran yang dapat diakses oleh siswa dengan CVD.

Technical Guide

Simulator menerapkan matriks transformasi ke nilai RGB yang mendekati persepsi warna dari setiap jenis CVD. Simulasi Protanopia menggantikan respons kerucut L (panjang gelombang, merah) dengan kombinasi respons kerucut M dan S. Deuteranopia menggantikan respons kerucut M (gelombang medium, hijau). Tritanopia menggantikan respons kerucut S (gelombang pendek, biru). Achromatopsia mengubah menjadi skala abu-abu menggunakan rumus luminansi standar (0,299R + 0,587G + 0,114B). Ini adalah transformasi linier yang disederhanakan yang mendekati model simulasi Brettel-Viénot-Mollon. Simulasi yang lebih akurat akan menggunakan rendering spektral penuh dengan fungsi respons kerucut, tetapi pendekatan matriks menyediakan perkiraan yang efisien secara komputasi untuk alat web waktu nyata. Intuisi kunci bagi perancang: jika dua warna menjadi tidak dapat dibedakan di bawah simulasi apa pun, mereka seharusnya tidak menjadi satu-satunya pembeda untuk informasi penting.

Tips & Best Practices

  • 1
    Jangan pernah menggunakan warna sebagai satu-satunya cara untuk menyampaikan informasi - tambahkan label teks, ikon, atau pola
  • 2
    Buta warna merah-hijau adalah yang paling umum - uji merah vs. hijau dengan hati-hati
  • 3
    Kombinasi biru-kuning biasanya aman untuk sebagian besar jenis penglihatan warna
  • 4
    Jika warna bergabung di bawah simulasi, tambahkan kontras (tingkat kecerahan yang berbeda) atau petunjuk non-warna
  • 5
    Uji kombinasi warna paling kritis Anda (kesalahan/keberhasilan, diaktifkan/dinonaktifkan, tautan/teks)

Related Tools

Frequently Asked Questions

Q Seberapa umum buta warna?
Sekitar 8% pria dan 0,5% wanita memiliki beberapa bentuk defisiensi penglihatan warna. Defisiensi merah-hijau (protanopia dan deuteranopia) adalah yang paling umum, memengaruhi ~6% laki-laki.
Q Apakah simulasi ini akurat?
Simulasi ini memberikan perkiraan menggunakan matriks transformasi linier. Pengalaman sebenarnya bervariasi antara individu dengan kondisi yang sama. Simulasi ini memberikan indikasi umum yang berguna, bukan simulasi medis yang presisi.
Q Warna apa yang aman untuk pengguna buta warna?
Kombinasi biru dan oranye/kuning biasanya dapat dibedakan di sebagian besar jenis CVD. Menggunakan tingkat kecerahan yang berbeda (terang vs. gelap) juga membantu mempertahankan perbedaan.
Q Apakah saya harus menghindari menggunakan merah dan hijau?
Anda dapat menggunakan merah dan hijau, tetapi jangan sebagai satu-satunya pembeda. Pasangkan warna dengan ikon (✓/✕), label teks, atau bayangan yang berbeda untuk memastikan informasi dapat diakses.

About This Tool

Simulator Kebutaan Warna is a free online tool by FreeToolkit.ai. All processing happens directly in your browser — your data never leaves your device. No registration or installation required.